gravatar

cerita ayam kampus bab 2

Namun, memasuki tahun ke empat, tepatnya setahun lalu, tiba-tiba aku menemukan sesuatu yang ganjil dalam hatiku. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kurasakan, aku jatuh cinta kepada salah seorang pemilik konter handpone langgananku. Keseringan membeli pulsa, menukar handphone, membuatku diam-diam memperhatikan Ramzy-sebut saja begitu. Seorang pemuda yang sangat biasa, ramah, santun, lembut, dan suka mencandaiku dengan kalimat-kalimat yang 'nyess' di hati. Yang menarik perhatianku, Al-quran dan sajadah selalu saja menghiasi sudut paling atas rak di konternya.

Obrolan yang saling nyambung, perasaan teduh dan tenang bila menatap matanya, tutur katanya yang lembut, membuatku benar-benar tak berdaya. Hingga singkat kata, kami pun merasa saling cocok hati dan pacaran (meski dengan tata cara versi dia yang sangat sopan). Tak lama setelah saling mengungkapkan perasaan, dia pun melamarku ke kampung. Aku pun bahagia bukan kepalang. Bahkan saking bahagia nya aku lupa bahwa masih ada 'tembok penghalang' lain yang bisa saja meruntuhkan kebahagiaanku sewaktu-waktu.



Benar juga. Jerry ternyata tidak terima dengan perlakuanku yang langsung 'hilang' begitu saja darinya setelah aku jadian dengan Ramzy. Meski nomor handphone lama sudah kubuang, ternyata dia bisa melacak keberadaanku. akibatnya fatal, dia membeberkan semua aib masa laluku kepada Ramzy yang selama ini kusimpan rapat. Tentu saja Ramzy shock berat. Apalagi aku sempat berbohong kepadanya bahwa keperawananku sudah hilang sejak SMP karena belajar naik sepeda. Duh ...aku memang salah, aku tak jujur mengatakan segalanya kepada Ramzy. Tapi aku terlalu sayang, terlalu cinta pada Ramzy dan takut akan kehilangannya. Aku takut kejujuranku akan membuatnya jadi membenciku. Aku merasa benar-benar bersalah. Bahkan seandainya, aku tak ingat banyaknya dosa yang telah kubuat dan tak ingat akan kesempatan bertobat yang telah diberikan Allah SWT, saat ini aku pasti sudah bunuh diri.

Apalagi kini aku tengah mengandung anak Ramzy. Memang usianya baru tiga bulan ...namun cukup menjadi alasan kuat bagiku untuk tetap mempertahankan hidup. Meski (mungkin) nantinya Ramzy menceraikan aku setelah jabang bayi lahir, aku pasrah bila memang itu hukuman duniawi yang harus kujalani. Karena ternyata aku masih lebih takut hukum di akherat nanti. Tapi seandainya boleh berharap aku pasti tetap mendambakan Ramzy mau memaafkan aku.

Tapi yang jelas, meski masih serumah, hingga hari ini, dia masih saja diam membisu. Bahkan seolah-olah tidak menyadari kehadiranku di sisinya, sebagai istrinya. Tak ada kata marah, tak ada kata cerai dari mulutnya ...namun sikapnya itu membuat aku semakin tersiksa. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Seatap dengan suami sah, tapi tidur sendiri, semuanya sendiri. Bahkan, Ramzy tak mau menyentuh sama sekali makanan yang kuhidangkan. Bila pulang kerja, dia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar shalat. Duh, sampai kapan aku harus bersabar ... cerita ayam kampus bab 1

Gratis Klik Aja

butuh kenikmatan

Entri Populer